Musrenbang, Jadi Wadah Keterlibatan Masyarakat Dalam Pembangunan

By Media Center 27 Mar 2019, 15:00:03 WIB Berita
Musrenbang, Jadi Wadah Keterlibatan Masyarakat Dalam Pembangunan

Gambar : Ketua DPRD Ronny Wahyono saat membacakan pokok-pokok pikiran DPRD dalam Musrenbang di Pendopo Kabupaten Pacitan


Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) adalah forum antar pelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah. “Sebelum dilaksanakannya pembangunan tentunya didahului dengan perencanaan yang matang, dengan melibatkan beberapa komponen penyelenggara negara atau daerah dan elemen masyarakat yang disebut perencanaan partisipatif,” kata Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Ronny Wahyono, pekan lalu.

Sesuai penjelasan dalam Undang-undang nomor 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa “perencanaan partisipatif dilaksanakan dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan. Pelibatan mereka adalah untuk mendapatkan aspirasi dan menciptakan rasa memiliki. Dalam aturan itu dijelaskan pula tentang partisipasi masyarakat, yakni keikutsertaan untuk mengakomodasi kepentingan mereka dalam proses penyusunan rencana pembangunan.

Ronny menjelaskan, perkembangan perencanaan partisipatif bermula dari kesadaran bahwa kinerja sebuah prakarsa sangat ditentukan oleh semua pihak yang terkait atau stakeholder. Komitmen semua pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan program. Besarnya komitmen itutergantung kepada sejauh mana mereka terlibat dalam proses perencanaan. “Dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, perencanaan partisipatif diwujudkan antara lain melalui musyawarah perencanaan pembangunan. Dimana sebuah rancangan dibahas dan dikembangkan bersama semua pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan berasal dari semua aparat penyelenggara negara (eksekutif, legislatif, dan yudikatif), masyarakat, kaum rohaniwan, pemilik usaha, kelompok profesional, organisasi non-pemerintah, dan lain-lain,” jelasnya.

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang dilakukan untuk mencapai suatu kondisi yang ideal, dimana semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi. Perubahan itu dapat terjadi dalam bentuk pengadaan prasarana, penciptaan atau penataan struktur atau pembentukan mentalitas tertentu. “Pembangunan juga merupakan suatu proses transformasi dari kondisi aktual yang dirasa kurang kepada kondisi ideal yang diharapkan untuk dipenuhi,” tandas legislator dari Dapil Pacitan 6 ini.




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment