Bupati Sampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD Perubahan 2019

By Media Center 31 Jul 2019, 13:18:03 WIB Berita
Bupati Sampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD Perubahan 2019

Gambar : Bupati Indartato menyampikan pengantar nota keuangan Raperda Perubahan APBD 2019


DPRD Kabupaten Pacitan menggelar rapat paripurna dcengan agenda pembacaan pengantar nota keuangan Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2019, pada Jum’at (26/7/2019).

“Pada paripurna sebelumnya KUA dan PPAS sementara perubahan APBD 2019 sudah ada nota kesepakatan antara Bupati dan DPRD,” kata Bupati Indartato.

Bupati Indartato menjelaskan, untuk pendapatan daerah yang semula diproyeksikan Rp 1,726 triliun lebih berubah menjadi Rp 1,772 triliun lebih atau mengalami kenaikan sebesar 2,65 persen. Terdiri atas, pendapatan asli daerah (PAD) semula Rp 166 miliar lebih berubah menjadi Rp 199 miliar lebih atau naik 20,20 persen. Dana perimbangan, semula Rp 1,251 triliun lebih berubah menjadi Rp 1,266 triliun lebih naik 1,23 persen. Dan, lain-lain pendapatan yang sah semula Rp 308 miliar lebih menjadi Rp 305 miliar lebih atau mengalami penurunan sebesar 1,04 persen.

“Penurunan lain-lain pendapatan yang sah menyesuaikan penurunan dari penerimaan hibah BOS dan bagi hasil pajak dari propinsi,” jelas Indartato.

Belanja daerah, semula direncanakan Rp 1,865 triliun pada perubahan APBD 2019 berubah menjadi Rp 2,015 triliun atau naik 8,07 persen. Yang dipergunakan untuk, belanja tidak langsung, semula Rp 1,142 triliun lebih berubah menjadi Rp 1,195 triliun lebih atau naik 4,66 persen dan belanja langsung, semula Rp 723 miliar lebih berubah menjadi Rp 820 miliar lebih atau mengalami peningkaan sebesar 13,45 persen.

“Dengan peningkatan belanja tersebut diharapkan pembangunan di segala bidang dapat dilaksanakan seoptimal mungkin sehingga kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pacitan semakin meningkat,” tandas Bupati.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, untuk pembiayaan daerah, dengan adanya perubahan anggaran pendapatan daerah yang lebih kecil dari pada perubahan anggaran belanja daerah, maka mengakibatkan defisit. Semula dianggarkan minus Rp 139 miliar lebih berubah menjadi minus Rp 243 miliar lebih.

“Defisit anggaran akan ditutup dari pembiayaan netto, yaitu selisih antara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan,” ungkapnya.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment