Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/imagomed/public_html/dprd.pacitankab.go.id/config/koneksi.php on line 12
Proyeksikan Belanja Daerah 2018 Sebesar Rp 1,67 T

081234123504

Proyeksikan Belanja Daerah 2018 Sebesar Rp 1,67 T

23 Oktober 2017
11:03:49 WIB
Kekuatan APBD Pacitan pada 2018 bakal makin gemuk. Pemkab memproyeksikan kekuatan belanja daerah tahun depan sekitar Rp 1,683 triliun. Naik sekitar Rp 111 miliar dibanding belanja daerah tahun lalu.

Proyeksi APBD 2018 itu disampaikan Bupati Indartato di depan peserta sidang paripurna DPRD Pacitan kemarin (18/10). Perkiraan tersebut tertuang dalam kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS).

Menurut Indartato, belanja daerah itu dialokasikan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 1,069 triliun dan belanja langsung sebesar Rp 622,9 miliar. Anggaran belanja daerah tersebut direncanakan untuk membiayai berbagai program dan kegiatan pada organisasi perangkat daerah (OPD). ‘’Utamanya untuk pengurangan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, peningkatan infrastruktur dasar serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata,’’ kata Indartato.

Dalam nota keuangan yang dibacakannya itu, Indartato menyebut bahwa pengurangan angka kemiskinan masih menjadi tugas berat pemkab. Sebab, pada 2016 persentase penduduk miskin di Pacitan masih mencapai 15,49 persen. Kendati mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015 sebesar 16,68 persen, namun itu masih diatas angka kemiskinan Provinsi Jatim (11,85 persen) dan nasional (10,70 persen). ‘’Upaya pengurangan kemiskinan dilakukan melalui peningkatan efektivitas dan penguatan program-program penanggulangan kemiskinan secara terpadu melalui program Grindulu Mapan,’’ beber bupati dua periode tersebut.

Program penanggulangan kemiskinan yang dimaksud itu adalah memperluas cakupan penerima bantuan perlindungan sosial. Meliputi bantuan beras sejahtera daerah (rastrada) sebesar Rp 2,21 miliar untuk 1.565 rumah tangga miskin. Pemberian bantuan pendidikan kepada 2.100 siswa kurang mampu sebesar Rp 2,03 miliar, pemberian jaminan kesehatan daerah sebesar Rp 3,74 miliar untuk 10.224 jiwa.

Pemkab juga berencana memberikan alokasi lebih untuk biaya pendidikan pada tahun depan. Yaitu sebesar Rp 54,95 miliar. Proyeksi itu naik dibanding anggaran tahun 2017. Anggaran sebesar itu direncanakan untuk mendukung program pendidikan anak usia dini (PAUD) sebesar Rp 2,61 miliar, program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun Rp 30,42 miliar, program jaminan keberlangsungan pendidikan bagi siswa dari rumah tangga sangat miskin (RTSM) sebesar Rp 2,03 miliar, peningkatan kualitas sebanyak 1.084 guru, serta pemerilaharaan kelestarian budaya daerah sebesar Rp 8,08 miliar. ‘’Alokasi anggaran pendidikan ini sudah pas. Karena biaya pendidikan itu minimal harus 20 persen dari APBD. Dan, ini (alokasi anggaran pendidikan) sudah sekitar 24 persen,’’ jelas Indartato.

Sementara untuk mendukung peningkatan capaian indeks pembangunan manusia (IPM), pemkab mengalokasikan anggaran upaya kesehatan masyarakat sebesar Rp 34,73 miliar. Serta memprioritaskan pembangunan sarana infrastruktur. Meliputi program pembangunan jalan dan jembatan sebesar Rp 14,27 miliar. Dana sebesar itu bakal diutamakan untuk penyelesaian pembangunan Jembatan Gunungsari dan Gegeran. Selain itu juga dipakai untuk penuntasan pengerjaan jalan penghubung antara Desa Dadapan-Watukarung-Dersono dan Dersono-Kalak. Jumlah itu belum termasuk rencana kebutuhan biaya rehabilitasi jalan sepanjang 18,200 kilometer dan enam jembatan sebesar Rp 96,38 miliar. Sedangkan untuk sektor pengembangan pariwisata, pemkab berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12,57 miliar.

Kendati demikian, Indartato mengakui proyeksi APBD 2018 itu masih jomplang. Dimana belanja tidak langsung lebih besar dibanding belanja langsung. Persentase belanja tidak langsung pada APBD 2018 mencapai 62,99 persen. ‘’Memang ini sulit untuk diubah. Kecuali, pendapatan daerah kita naik,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono menyatakan, kekuatan anggaran itu belum final karena baru sebatas proyeksi. Dengan demikian, masih mungkin terjadi perubahan. Termasuk dari pendapatan atau belanja. ‘’Bisa berubah ketika pembahasan,’’ tuturnya.
Ronny tetap berharap potensi pendapatan bisa terus dimaksimalkan. Bila perlu melebihi target yang ditetapkan. Namun demikian, dia mengakui pemkab masih kesulitan untuk menyeimbangan kekuatan anggaran belanja langsung dan belanja tidak langsung. Tapi, pihaknya mengklaim tren APBD setiap tahunnya terus naik. ‘’Dengan adanya kenaikan itu, beberapa tahun ke depan lambat laun bisa tercapai,’’ jelas politikus Partai Demokrat tersebut.

Share



206 Komentar

    kompeksi baju 23 Oktober 2017

    kompeksi baju

    kompeksi baju 23 Oktober 2017

    kompeksi baju

    konveksi baju termurah 24 Oktober 2017

    konveksi baju termurah

    konveksi baju termurah 24 Oktober 2017

    konveksi baju termurah

    vendor baju 24 Oktober 2017

    vendor baju

    vendor baju 25 Oktober 2017

    vendor baju

    vendor baju bandung 25 Oktober 2017

    vendor baju bandung

    jasa pembuatan baju 25 Oktober 2017

    jasa pembuatan baju

    jasa pembuatan baju 25 Oktober 2017

    jasa pembuatan baju

    jasa pembuatan baju 26 Oktober 2017

    jasa pembuatan baju

    Awal 123... 21

Form Komentar

Banner

Berita Terpopuler

Selang sehari setelah kedatangan jajaran Polres Pacitan, tepatnya
Setelah sebelumnya pada Rabu 28 Oktober 2015 Bupati Pacitan

Facebook Fanpage